BERJAGA-JAGA – oleh Pdt. Revi Awondatu (Ibadah Raya 2 – Minggu, 28 November 2021)

LUKAS 21:34-36

Dari ayat di atas, kita diingatkan Tuhan Yesus untuk berjaga-jaga. Adapun bentuk dari berjaga-jaga:
1. Waspadalah
Lukas 21:8 – “Waspadalah, supaya kamu jangan disesatkan. Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku dan berkata: Akulah Dia, dan: Saatnya sudah dekat. Janganlah kamu mengikuti mereka.”

Orang yang bisa tersesat adalah orang yang asalnya sudah berada di jalan yang benar. Orang yang sudah berada di jalan yang salah, ia tidak akan tersesat karena memang sudah berada di jalan yang sesat. Rasul Paulus mengingatkan juga agar kita juga jangan sesat. Pergaulan buruk merusak pergaulan yang baik.

Sesat diartikan keluar jalur/ menyimpang. Tetaplah berada di jalan Tuhan. Tuhan Yesus sebagai Sang Penampi, mengingatkan pengikutNya agar jangan sampai disesatkan. Setelah menerima Yesus, hidup kita tidak akan lurus-lurus saja. Tentu iblis akan mencoba menarik kita.

Ketika bangsa Israel keluar dari Mesir dan lepas dari kejaran pasukan Firaun, Tuhan mengingatkan bangsa Israel agar tidak bergaul ataupun duduk makan dan tidak menikah dengan bangsa-bangsa yang tidak mengenal Tuhan. Namun kenyataannya, bangsa Israel meninggalkan Tuhan dengan menikah dengan bangsa-bangsa yang tidak mengenal Tuhan sehingga mereka pun menyembah berhala.

“Jagalah dirimu…” bukan menjaga orang lain. Kita harus menguasai pikiran kita, memperhatikan diri kita.  Di zaman akhir ini, banyak orang yang peduli dengan urusan orang lain untuk melihat kegiatan, harta yang orang punya, dll. Tapi Tuhan Yesus berpesan untuk memperhatikan diri kita supaya hati kita pun terjaga, jangan sampai kita secara pribadi ditolak oleh Tuhan. Hati kita harus dijaga. Hati yang bagaimana yang harus dijaga? Hati baru, hati yang sudah diisi dengan roh dan firman, yang mau dibentuk oleh Tuhan.

Lukas 21:34 – “Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora…”
Sarat = dalam bahasa aslinya mengandung arti ‘overcharge’, seperti hp yang di-charge sampai penuh tapi tidak dicabut-cabut dari kabelnya. Jangan sampai hati kita dibebani berlebihan akan suatu keinginan yang tidak akan pernah habisnya. Misalkan kita sangat menyukai suatu makanan. Kita merasa makanan itu di tempat A sudah enak, lalu ada referensi makanan yang sama tapi di tempat B, yang katanya lebih enak. Setelah mencoba makanan itu, memang terasa lebih enak. Kemudian ada lagi yang mereferansikan makanan yang sama tapi di tempat C, D, E, dst…. Tentu hasrat manusia tidak akan terpuaskan. Pasti mempunyai keinginan untuk menyantap makanan lain lagi dengan rasa yang lebih enak lagi. Kita merasa tidak pernah cukup atau puas untuk memenuhi keinginannya. Begitu pula dengan dosa, tidak pernah terpuaskan dalam melakukan dosa. Inilah yang Tuhan maksud, jangan sampai hati kita tidak terjaga sehingga terus melakukan dosa.

Matius 24:36-38
Penghukuman Allah terhadap dunia yang pertama dengan air bah sudah dimulai pada zaman Nuh. Mengapa? Karena manusia bertambah banyak dan segala keinginan hatinya semata-mata mendatangkan kejahatan saja. Dan tanda-tanda kedatangan Yesus yang kedua seperti zaman Nuh: manusia bertambah banyak dan kecenderungan hati mereka semata-mata hanya untuk kejahatan saja.  Mereka akan diingatkan akan adanya penghukuman, tapi mereka tidak peduli.

2. Berhati-hatilah dan berjaga-jaga (Markus 13:33)
Tidak ada yang tahu pasti waktu kedatangan Yesus kedua kali. Kita tidak tahu kapan waktu kita di bumi ini akan berakhir, seharusnya kita berjaga-jaga. dalam hidup kita. Iblis mencoba membuat kita terbuai dengan kenikmatan dunia sehingga sadar atau tidak sadar kita mulia melenceng dari jalan Tuhan.

3. Berjaga-jagalah dengan Tuhan (Matius 26:36-38)
Yesus menemukan murid-murid yang menemaniNya tertidur. Berdoa dapat membuat kita waspada dan berjaga-jaga. Saat kita berjaga-jaga, tentu kita membutuhkan rekan yang lebih kuat, lebih bisa diandalkan untuk menemani kita. Dan puji Tuhan, Tuhan Yesus  mau berjaga-jaga dengan kita.

Matius 24:46 – Tuhan Yesus mengajak murid-muridnya yang tertidur untuk bangun dan pergi. Dia tidak akan meninggalkan dan membiarkan kita tertidur. Puji Tuhan.

Leave a comment

Your email address will not be published.