CARA TUHAN MEMULIHKAN DAN MEMBENTUK KEMBALI – oleh Pdt. Gideon Santoso (Ibadah Raya 2 dan 3 – Minggu, 10 Oktober 2021)

YEREMIA 18:4-6

Pendahuluan
Cara Tuhan menuntun dan bekerja dalam hidup kita, kadang kita diperlakukan seperti domba-dombanNya, kadang sebagai anak, kadang kita seperti sahabat-sahabatNya. Tema kali ini Tuhan mengerjakan kehidupan kita sebagai bejana tanah liat dan Tuhan sebagai penjunannya.

Yeremia 18:4-6
Apabila bejana, yang sedang dibuatnya dari tanah liat di tangannya itu, rusak, maka tukang periuk itu mengerjakannya kembali menjadi bejana lain menurut apa yang baik pada pemandangannya. Kemudian datanglah firman TUHAN kepadaku, bunyinya: “Masakan Aku tidak dapat bertindak kepada kamu seperti tukang periuk ini, hai kaum Israel!, demikianlah firman TUHAN. Sungguh, seperti tanah liat di tangan tukang periuk, demikianlah kamu di tangan-Ku, hai kaum Israel!

PEMBENTUKAN MANUSIA
Berbicara tentang awal dibentuknya manusia, manusia itu dibentuk oleh Allah dalam kualitas sempurna, karena hampir seperti Allah karena dijadikannya menurut gambar dan rupa Allah, Kejadian 1:26. Dosa kemudian merusaknya, ibarat bejana yang indah menjadi bejana yang rusak berat. Kata “RUSAK” dalam ayat pokok kita ditulis dalam bahasa Ibrani SAHAT yang artinya menjadi “kotor dan busuk.” Jadi bukan sekedar rusak tetapi menjadi kotor dan busuk akibat dosa. Seseorang dapat saja terlihat baik, berohani dan begitu bersih, tetapi apakah dalamnya juga demikian? Belum tentu. Sebab bisa jadi seperti apa yang dikatakan Tuhan dalam :
Matius 23:27
“Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu seperti kuburan yang dilabur putih, yang sebelah luarnya memang bersih tampaknya, tetapi yang sebelah dalamnya penuh tulang belulang dan pelbagai jenis kotoran.”

Siapapun bisa seperti orang farisi dan ahli Taurat, kelihatannya bersih dan suci tetapi tidak dengan kehidupan batinnya atau tabiatnya, sehingga digambarkan seperti kuburan.

Kata “SAHAT” ternyata tidak berarti kotor dan busuk saja, tetapi juga memiliki arti tidak murni lagi, tidak jujur dalam hidup dan jahat. Suatu gambaran kerusakan yang sangat berat. Apa yang dapat diharapkan dari kerusakan seperti ini ? Sudah rusak, kotor bau busuk, tidak lagi jujur, tidak lagi murni dan jahat. Pastilah dibuang. Tetapi terpujilahTuhan karena Tuhan meski punya hak dan kuasa untuk membuang kita, tetapi Ia tidak lakukan hal itu. Tetapi bahkan dengan kasih Ia mau mengerjakannya kembali bejana hidup kita yang rusak ini.

Kata “mengerjakan “ dalam Ibrani : ASA, mengandung arti :
1. Mengeksekusi.
Tuhan melakukan eksekusi hidup kita. Yang dieksekusi adalah kotornya dan busuknya kita serta hal lainnya. Karena jika tidak dieksekusi maka benjana hidup kita tidak mungkin menjadi teladan, jauh dari gambar dan bentuk aslinya.

2. Menempa.
Untuk dapat mengembalikan kita pada bentuk aslinya sebagai gambar Allah, tidak ada cara lain, Tuhan harus lakukan hal ini. Menempa, itu bukan pukulan biasa tetapi hantaman yang sangat keras, untuk merubah bentuk kehidupan kita yang rusak kepada bentuk lain sesuai keinginan Tuhan sebagai penjunan.

PERMASALAHANNYA
Reaksi dari apa yang Tuhan perbuat kepada kita umumnya adalah kita salah terima dan tidak memahami apa yang Tuhan kerjakan. Sering kita berteriak, ada apa ini Tuhan, mengapa semua ini harus terjadi dalam hidupku, apakah Tuhan tidak lagi sayang kepadaku? Jika Tuhan tidak sayang tidaklah mungkin kita dibentuk kembali tetapi dibuang-Nya. Ada banyak orang percaya menilai bahwa bentuk kasih sayang Tuhan adalah ketika kita alami pertolongan, mujizat dan berkat-berkat yang baik, tetapi lupa bahwa bentuk kasih Tuhan juga dapat berupa tindakan yang keras jika ada yang membahayakan kerohanian kita. Apapun yang Tuhan dapati ada yang tidak beres dalam hidup kita yang berpotensi membinasakan kita, Tuhan akan segera eksekusi. Jika mau baik, maka kita harus berbesar hati jalani proses tempaan itu.

Ibrani 12:7 “Jika kamu harus menanggung ganjaran; Allah memperlakukan kamu seperti anak. Di manakah terdapat anak yang tidak dihajar oleh ayahnya ?”

Tidaklah mungkin Tuhan memberi ganjaran kepada kita jika tidak ditemui sesuatu yang rusak, kotor dan busuk dalam kehidupan kita. Dalam menjalani proses tempaan Tuhan, kita akan alami : ketidaknyamanan; menyakitkan ; menguras air mata; dan mengalami tekanan berat.

Ibrani 12:11 – “Memang tiap-tiap ganjaran pada waktu ia diberikan tidak mendatangkan sukacita, tetapi dukacita. Tetapi kemudian ia menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai kepada mereka yang dilatih olehnya.”

Selanjutnya dikatakan dalam Yeremia 18:4 “Apabila bejana, yang sedang dibuatnya dari tanah liat di tangannya itu rusak, maka tukang periuk itu mengerjakannya kembali menjadi bejana lain menurut apa yang baik pada pemandangannya. Tempaan itu dilakukan menurut cara dan pertimbangan Tuhan, bukan oleh kita apalagi pihak lain.

Kata “BAIK” pada ayat ini dalam bahasa Ibrani YASER, artinya Tuhan turun tangan langsung untuk meluruskan yang sudah bengkok. Untuk diluruskan tetapi menolak proses Tuhan, ini tidak akan mungkin bisa terjadi. Kita harus tunduk, berserah dan ikuti prosesnya Tuhan. Arti kata YASER arti selengkapnya adalah dijadikan lurus; jujur benar ; dan adil. Ini semua adalah karakternya Allah. Itulah sebabnya Tuhan harus eksekusi hidup kita yang rusak dan kotor supaya menjadi sama dan sekualitas seperti Tuhan kembali, yaitu menurut gambar dan rupa Allah sesuai penciptaan semula. Siapapun untuk dapat masuk surga harus mengalami perjumpaan dengan Yesus dulu. Tetapi untuk berjumpa dengan Yesus, orang tidak mungkin ke surga dulu, tetapi cukup bertemu dengan gambar-Nya yang serupa, yaitu pengikut Kristus yang sejati, yaitu pribadi orang percaya yang sudah alami pembentukan Allah, Roma8:29.

Contoh teladan dari orang yang mengalami proses Tuhan ada dalam Ayub 23:10-13.

Ayat 10 – “Karena Ia tahu jalan hidupku; seandainya Ia menguji aku, aku akan timbul seperti emas “ Ucapan Ayub adalah ucapan dari orang yang memiliki pemahaman yang mendalam akan campur tangan Tuhan dalam hidupnya.”

“Karena Ia tahu jalan hidupku.” Ayub mempercayai Tuhan mau Tuhan apakan hidupnya toh hasilnya bukan kehancuran tetapi menjadi seperti emas yang mulia dan berharga.

Ayub 23:11-12 – “Kakiku tetap mengikuti jejak-Nya, aku menuruti jalan-jalan-Nya dan tidak menyimpang. Perintah dari bibir-Nya tidak kulanggar, dalam sanubariku kusimpan ucapan mulut-Nya.”

Artinya, kalau ada yang Tuhan harus eksekusi dalam hidupku, aku tidak akan melawan apapun yang Tuhan akan kerjakan aku ikuti.

Ayub 23:13 – “Tetapi Ia tidak pernah berubah, siapa dapat menghalangi Dia? Apa yang dikehendaki-Nya dilaksanakan-Nya juga. Tuhan tidak akan berubah dengan cara dan tujuan-Nya dalam mengubahkan kita. Siapa dapat menghalangi Dia?

Jawabnya jelas tidak ada. Jangan saudara pikir, orang yang rajin ibadah, rajin kembalikan milik Tuhan yaitu persepuluhan, lalu Tuhan jadi lunak dan mengubah cara-Nya membentuk dengan lebih lembut. Jangan pikir karena rajin melayani Tuhan, lalu Tuhan beri dispensasi untuk tidak dibentuk melalui hajaran tempaan. Tidak ! Siapapun kita jika didapati sesuatu yang rusak dan kotor, Tuhan pasti hajar dengan tempaan keras. Karena Tuhan adalah satu-satunya oknum yang tak akan rela melihat manusia rusak karena dosa. Namun demikian ada oknum yang dapat menghentikan-Nya. Satu-satunya oknum yang dapat menghentikan Tuhan memproses dan membentuk seseorang menjadi baik dan mulia adalah ANDA SENDIRI. Tuhan bukanlah pribadi yang suka memaksa, ketika cara kasih-Nya untuk membentuk kita kembali ditolak, Ia akan berhenti mengerjakannya. Itulah sebabnya jika ada orang yang kelihatannya rajin ibadah, melayani dan berbuat banyak hal yang baik, tetapi masuk neraka. Itu bukan Tuhan salah mengambil keputusan, bukan juga salah pendeta mengajar, tetapi pilihannya sendiri untuk menolak cara Tuhan, tetapi memilih jalan, cara dan kemauannya sendiri.

Kita harus menaruh percaya penuh kepada apa yang Tuhan kerjakan untuk memperbaiki kita, tidak ada sedikitpun maksud jahat dalam proses Tuhan. Tuhan ingin kita semua memiliki kualitas emas dan menjadi gereja yang sempurna, untuk itu tidak ada jalan lain, kita harus masuk proses Tuhan, itupun karena kesalahan kita.

Wahyu 3:19 – “Barangsiapa Kukasihi, ia Kutegor dan Kuhajar, sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah.” Perhatikan urutan Tuhan dalam memproses hidup kita yang menyimpang dan rusak. Pertama, ditegor, jika bertobat selesai sudah, tetapi jika tetap tidak mau berubah, Tuhan harus kerjakan eksekusi dihajar, semua demi kebaikan dan keselamatan kita agar tidak binasa. Tuhan minta kerelaan hati kita, sebab :

Ayub 5:18 – “Karena Dialah yang melukai, tetapi juga yang membebat; Dia yang memukuli, tetapi yang tangan-Nya menyembuhkan pula.”

Meski Tuhan mengerjakan sesuatu yang mungkin harus dengan keras, tetapi kita dalam genggaman tangan-Nya, Ia mengerjakannya dengan kasih sayang. Jika mau terhindar dari eksekusi Tuhan yang keras, hiduplah benar dan jauhilah kejahatan. Bagi yang terlanjur kena eksekusi Tuhan bertahanlah, ikuti cara Tuhan, sebab dengan kasih kita sedang dibentuk untuk kembali berkualitan seperti emas di tangan-Nya.

Leave a comment

Your email address will not be published.