HASILKANLAH BUAH PERTOBATAN – oleh Pdt. Revi Awondatu (Ibadah Raya 1-Minggu, 28 November 2021)

Matius 3:5-12

Yesus datang membawa keselamatan dan kita hanya menerimanya dengan percuma karena iman. Kedatangan Yesus yang kedua kali sebagai Juruselamat bagi yang percaya, tetapi juga membawa hukuman bagi yang tidak percaya.

Yohanes Pembaptis memberitakan tentang keselamatan dimana yang tidak bertobat dan berbuah baik akan dipotong, dibuang dan dibakar. Alat penampi sudah tersedia untuk memisahkan gandum dari kulitnya. Yang bersifat debu/ kosong akan dibuang ke dalam api.

Dalam kejadian 1, Tuhan sudah adakan pemisahan (ay. 3). Tuhan sudah pisahkan terang dari gelap dari awal, bukan manusia yang memisahkan. Hanya kuasa Tuhan yang dapat memisahkan terang dari gelap. Apa yang baik tidak bisa bersatu dengan gelap.

Orang-orang yang telah percaya Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat disebut sebagai anak-anak terang, sebaliknya yang tidak percaya adalah anak-anak pendusta/iblis. Terang tidak dapat bersatu dengan gelap. Manusia kadang mencoba-coba, apa yang sudah dipisahkan Allah, mereka coba satukan. Banyak orang kristen (terang) yang mencoba-coba menikah dengan orang yang tidak percaya Yesus (gelap), seiring waktu berujung dengan perpisahan.

Matius 3:12
“Alat penampi sudah ditangan-Nya. Ia akan membersihkan tempat pengirikan-Nya dan mengumpulkan gandum-Nya ke dalam lumbung, tetapi debu jerami itu akan dibakar-Nya dalam api yang tidak terpadamkan.”
Tuhan akan memisahkan yang baik dan yang jahat.

Matius 10:34 -Yesus datang membawa penghukuman bagi mereka yang tidak percaya kepadaNya.
Matius 13:24-30 – Memisahkan ilalang dari gandum.

Tuhan Yesus menaburkan benih yang baik (gandum) tapi iblis menabur benih jahat (ilalang). Ada satu saat ilalang dan gandum tidak bisa dibedakan oleh mata manusia, hanya mata Tuhan saja yang mampu membedakannya.

Perumpamaan pesta
Tuan rumah mengundang orang-orang dari rumah ke rumah untuk datang pada pesta anaknya, tetapi tidak ada yang datang. Tuan rumah menyuruh mengundang siapa saja yang ditemui untuk menghadiri pestanya. Ini gambaran keselamatan bagi kita, yang bukan dari keturunan Israel, namun menerima keselamatan. Saat memasuki perjamuan pesta, tuan rumah melihat ada tamu undangan yang tidak memakai pakaian pesta yang sudah disediakan sehingga ia dikeluarkan dari pesta Pakaian pesta berbicara tentang pakaian keselamatan yang sudah Tuhan berikan. Hanya Tuhan saja yang tahu apakah kita masih mengenakan pakaian pesta/ pakaian keselamatan itu.

Matius 13:47 – Pemisahan ikan yang baik dan tidak baik.
Matius 25:31-32 – Proses pemisahannya seorang demi seorang. Tiap orang bertanggung jawab terhadap keselamatannya sendiri.
Matius 25:46 – selalu ada api penghakiman dan hidup yang kekal.
Matius 3:12 – Akan ada pemilihan yang baik dipisahkan dari yang buruk.

Tempat pengirikan dimana mereka menapi gandum dari sekam selalu berada di tempat luas yang tinggi dari suatu daerah, bukan di lembah yang rendah. Butuh angin untuk meniup sekam saat proses pemisahan.

Gandum yang akan dipisahkan, disebar secara melingkar ke tanah. Pada alat pengirikan terdapat papan kayu yang pada bagian bawahnya terdapat batu-batu tajam dan bagian tiu dijatuhkan ke atas jerami. Papan itu diikat ke seekor keledai dan keledai itu ditarik oleh manusia. Mereka berjalan berputar menginjak-injak, menggerus gandum yang ada di atas tanah. Kehidupan tidak semakin mudah. Mau tidak mau kita harus menerima keadaan. Masalah yang terjadi adalam hidup kita adalah bentuk dari penampian yang tidak menyenangkan. Tapi pemurnian itu perlu kita lalui untuk membuktikan apakah kita berkenan di mata Tuhan. Tanpa penampian tidak mungkin ada pemisahan. Tanpa pemisahan tidak ada perkenan Allah.

Setelah gandum diinjak, digerus, saatnya gandum ditusuk dengan garpu (yang digunakan oleh petani) untuk diangkat dan dipisahkan dari sekam. Gandum yang berisi akan jatuh di dekat kaki sang penampi. Sedangkan sekam yang kosong akan terbang ditiup angin.

Kehidupan orang percaya mengalami naik turun. Bila kita sungguh-sungguh mengiring Yesus, maka saat mengalami penampian kita akan jatuh dekat kaki Yesus. Yang tidak sungguh-sungguh akan terbawa oleh angin pencobaan, ujian, godaan hingga akhirnya jatuh jauh dari kaki Yesus.

Gandum dan sekam pada akhirnya sama-sama jatuh. Gandum yang telah dipisahkan akan dibawa oleh sang penampi ke dalam lumbung. Sedangkan sekam akan dibawa oleh sang penampi untuk dibakar. Semua orang akan mengalami kematian. Orang yang sungguh-sungguh mengiring Yesus akan mengalami kebangkitan pertama untuk hidup dengan Yesus selama-lamanya. Yang tidak percaya Yesus juga akan dibangkitkan tapi untuk dibuang ke api neraka.

Yesus datang bukan hanya sebagai Juruselamat, tetapi juga sebagai Hakim yang Adil. Kita akan pertanggung jawabkan kehidupan kita. Hasilkan buah sesuai dengan pertobatan kita. Buah itu akan tampak dengan penampian. Tuhan memberkati.

Leave a comment

Your email address will not be published.