Kuasa Roh Kudus  Mendahului Pemulihan – oleh Pdt. Kong Hani Paulus (Ibadah Raya 1,3 – Minggu, 12 Desember 2021)

Apakah Saudara membutuhkan pemulihan? Undanglah Roh Kudus, Dia spesialisnya, Dialah ahlinya. Dia sanggup memulihkan diri Anda. Memulihkan kepada keadaan kita kepada yang semula, bukan sekadar memulihkan masalah kita, tetapi menjadikan kita serupa dengan gambar anak-Nya.

Kejadian 1:26  Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.”

Ketika Allah menciptakan sesuatu yang hidup, ia berfirman kepada sumbernya. Ketika Ia menciptakan ikan, Ia berfirman kepada kumpulan air yang disebut Laut. Ketika Ia hendak menciptakan burung, Ia berfirman kepada cakrawala (Langit), Ketika Ia hendak menciptakan hewan, Ia berfirman kepada Tanah (Bumi). Sehingga makhluk hidup ini, bergantung kepada sumber darimana ia berasal untuk hidup.

Ketika Allah menciptakan manusia, Ia berfirman kepada Diri-Nya sendiri, dengan demikian manusia berasal/ bersumber dari Allah. Karena yang diciptakan Allah pertama adalah roh manusia, dan kemudian barulah tubuhnya (dua unsur ini mengindikasikan bahwa manusia membutuhkan 2 sumber kehidupan yaitu Allah dan Bumi). Kita memang membutuhkan makanan dari bumi ini, itu sebabnya kita mencari nafkah dan rezeki tetapi jangan pernah dilupakan karena kita bersumber dari Allah, maka kita membutuhkan Allah supaya roh kita bisa tetap hidup. Karena Adam tinggal di taman Eden dan di lingkungan itu dia hidup, kita membutuhkan taman Eden kita untuk hidup, yaitu hadirat Allah.

Menurut Gambar dan Rupa Kita
Dalam bahasa Ibrani: Tselem (Image; Shade – Bayangan Allah) dan Demuth (Likeness; Kemiripan, Kesamaan) ⇒ Sifat dan Karakter. Dengan kata lain Manusia diciptakan untuk bertindak seperti Allah. Mari kita pelajari cara Allah bertindak supaya kita dapat bertindak/ bergerak seperti Allah bergerak.

Sebelum kita melihat cara Allah bekerja, kita terlebih dahulu memahami kenapa manusia itu sulit mengerti cara Allah bekerja. Jawabannya adalah karena keberadaan manusia yang sudah jatuh dalam dosa. Manusia tidak lagi bertindak seperti cara Allah bertindak. Manusia bekerja dengan pertimbangan panca indra (naluri)  yang sudah tercemar dosa.

Kejadian 6:5  Ketika dilihat TUHAN, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata,

Hati kita dipenuhi oleh keinginan-keinginan daging yang dilambangkan dengan binatang-binatang. Merak (kesombongan), Kambing (keras kepala), Babi (hawa nafsu), Kura-kura (kemalasan), Harimau (kemarahan), Ular (kelicikan), Serigala (mencuri) sehingga menyebabkan mata hati dan suara hati kita menjadi gelap (Gambar Mata dan Bintang). Sehingga hati kita dikuasai oleh si Iblis, sang penguasa kegelapan).

Ada yang tidak hilang saat manusia jatuh dalam dosa, tetapi ada yang hilang, salah satunya, manusia kehilangan Roh Kudus di dalam diri mereka, sehingga tidak lagi memahami bagaimana cara kerja-Nya dan tujuan Allah atas hidup manusia.

Cara Allah Bertindak/bergerak dalam mengadakan Pemulihan.
Kejadian 1:1
Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi. 2  Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air.

Alkitab mengatakan ketika dunia dipulihkan yang bergerak pertama adalah Roh Allah. Dikatakan bahwa Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air. Kata ‘melayang-layang’ ‘itu seperti induk ayam yang sedang mengerami akan telurnya dan mengapa sebutir telur itu dapat menetaskan seekor anak ayam? Oleh karena suhu tertentu yang melingkupi telur itu memberikan/membangkitkan kehidupan di dalam telur itu.

Perlunya Roh Allah bertindak mendahului kita. Roh Kudus tidak dibatasi oleh waktu seperti kita. Hari kemarin, hari ini bahkan hari besok, semua ada di dalam kekuasaan-Nya. Roh Kudus bisa mendahului kita berada pada hari esok sebelum kita sampai di hari itu. Biarkan Dia melayang-layang membuat suhu tertentu (Atmosfer tertentu) untuk pemulihan dari setiap masalah yang kita hadapi.

Mazmur 104:30  Apabila Engkau mengirim roh-Mu, mereka tercipta, dan Engkau membaharui muka bumi.

Mazmur 22:4, Padahal Engkaulah Yang Kudus yang bersemayam di atas puji-pujian orang Israel. Doa, Pujian dan Penyembahan kita menciptakan atmosfer tertentu untuk Allah berhadirat. Hal ini mengindikasikan bahwa kita mengundang Roh Allah untuk bekerja (melayang-layang) diantara kita untuk menciptakan kehidupan dalam setiap masalah persoalan kita. Biarlah Roh Allah menyatakan sesuatu yaitu ‘Jadilah kehendak-Mu, bukan kehendakku”.

Doakan bahwa Roh Allah mendahului kita dalam segala yg kita kerjakan. Bertindak seperti Alla , yg bekerja,dimana RohNya yang bergerak  mendahului. RohNya tinggal dalam diri kita.

Roma 8:14, Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah. Sangat jelas ayat ini menyatakan bahwa sebagai anak-anak Allah, sudah sewajarnya kita dipimpin oleh Roh Allah. Kita selalu mengedepankan Roh Allah dalam segala aspek kehidupan kita. Tidak perlu ekstrem terlihat seolah-olah kita “ngeroh” sekali, cukup di dalam hati. Bukankah tubuh kita adalah Bait Allah dimana Roh Allah tinggal di dalam kita?

Kiranya hal ini menjadi pola kehidupan orang percaya. Jangan bergerak sebelum Roh-Nya bergerak dan bergeraklah di tempat dimana Roh-Nya bergerak. Amin

Leave a comment

Your email address will not be published.