PERJUMPAAN YANG MENGUBAHKAN – oleh Pdm. Patrick Lazarus (Ibadah Raya 1 – Minggu, 31 Oktober 2021)

Lukas 19:1-10

Pendahuluan
Kekristenan diawali dengan perjumpaan. Ketika orang berjumpa dengan hukum maka yang ada adalah penghakiman, sebaliknya ketika seseorang berjumpa dengan kasih karunia orang itu akan mendapatkan keselamatan. Hidupnya dipulihkan dan diubahkan oleh Tuhan.

Perjumpaan yang Mengubahkan
Alkitab menceritakan ada orang yang mengalami perubahan secara jasmani ketika berjumpa dengan Tuhan seperti orang kusta, orang lumpuh,orang buta (Matius 8:1-4; 9:1-8;27:). Lebih jauh  Alkitab juga mengisahkan bahwa perjumpaan dengan Tuhan juga dapat mengubahkan kehidupan rohani seseorang, seperti Paulus (Kisah Para Rasul 9:1-19a) dan Zakheus (Lukas 19:1-10). Karena itu tidak salah ketika kita berdoa untuk kebutuhan-kebutuhan secara jasmani (kesehatan, ekonomi dan lain-lain) tetapi jauh lebih penting bagi kita untuk mengalami perjumpaan dengan Tuhan yang mengubahkan kita secara rohani. Seseorang yang dipulihkan secara rohani yang akan mendapatkan keselamatan.

Perjumpaan Yang Tidak Mengubahkan
Namun demikian bukan berarti semua orang yang berjumpa Tuhan kemudian mengalami perubahan. Sebab Alkitab juga mengisahkan ada orang-orang yang sering berjumpa dengan Tuhan Yesus tapi hidup kerohanian mereka tidak berubah (Ahli taurat,Farisi,Yudas). Bukankah saat kita beribadah kita percaya bahwa Tuhan hadir? itu artinya setiap kita saat ini sedang mengalami perjumpaan dengan Tuhan. Pertanyaannya apakah perjumpaan kita menjadi perjumpaan yang mengubahkan hidup kita? Jangan sampai kita beribadah setiap minggu, kita merasa sudah bertemu Tuhan tetapi tidak ada perubahan secara rohani yang terlihat dari kehidupan kita. Oleh karena itu pagi ini kita akan belajar bagaimana perjumpaan yang mengubahkan dari hidup seorang yang bernama Zakheus.

Siapa Zakheus?
Penulis injil Lukas dengan jelas mendeskripsikan Zakheus sebagai pemungut cukai dan seorang yang kaya.

Ayat 2 – Di situ ada seorang bernama Zakheus, kepala pemungut cukai, dan ia seorang yang kaya.

Dua predikat yang melekat pada Zakheus ini perlu kita pahami dari sudut pandang penulis injil Lukas.
Menurut injil Lukas :
Pemungut cukai masuk dalam golongan orang berdosa (Lukas 15:1), sedangkan orang kaya dianggap sebagai orang yang paling sulit masuk surga (Lukas 18:25). Dari penjelasan tersebut nampaknya Zakheus adalah orang yang mustahil untuk berubah menjadi orang yang baik.

Tetapi kemudian di ayat 9 Zakheus disebut sebagai anak Abraham.
Ayat 9 – Kata Yesus kepadanya: ”Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang ini pun anak Abraham.
Apa yang terjadi sehingga mengubahkan hidup Zakheus? seorang berdosa namun kemudian disebut sebagai anak Abraham yang artinya orang yang diselamatkan. Jawabannya tidak lain adalah  perjumpaan dengan Yesus!

Pelajaran rohani bagi kita dari kisah Zakheus adalah perjumpaan yang mengubahkan bukan sekedar perjumpaan fisik melainkan hati.

Perubahan sesungguhnya selalu dimulai dari hati. Ada banyak orang kristen, rajin ke gereja, ikut bernyanyi dan mengangkat tangan tetapi itu semua masih hal yang terlihat dari luar dan bukanlah jaminan kita berjumpa secara hati dengan Tuhan. Perjumpaan yang mengubahkan berbicara tentang pentingnya kita membawa hati bukan seberapa seringnya kita hadir. Kehadiran kita bisa dinilai secara kuantitas tetapi sikap hati kitalah yang menentukan kualitas.

Ada beberapa hal yang dapat kita pelajari dari perjumpaan Zakheus dan Tuhan :
1. Tuhan melihat hati
Ayat 5 Ketika Yesus sampai ke tempat itu, Ia melihat ke atas dan berkata: ”Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu.

Zakheus adalah seorang kepala pemungut cukai. Orang-orang disekitarnya melihat dia sebagai orang berdosa, bahkan banyak orang yang mungkin tidak ingin melihat dia. Lalu apa yang dilihat Yesus? Ketika Yesus melihat Zakheus, yang dilihat bukan masa lalunya, bukan anggapan orang tentangnya. Yesus melihat hatinya!

“dan karena tidak perlu seorang pun memberi kesaksian kepada-Nya tentang manusia, sebab Ia tahu apa yang ada di dalam hati manusia.” (Yohanes 2:25)

“… Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi Tuhan melihat hati.” (1 Samuel 16:7)

Hati seperti apa yang dilihat Tuhan dalam diri Zakheus?

2. Tuhan melihat hati yang mau mengenal-Nya
Ayat 3 “Ia berusaha untuk melihat orang apakah Yesus itu, tetapi ia tidak berhasil karena orang banyak, sebab badannya pendek.”

Kata melihat dalam bahasa aslinya menggunakan kata Eido : Bukan sekedar melihat (To See) tetapi mengetahui (To know). Zakheus bukanlah seorang yang terkenal rohani, tapi dia punya hati untuk mencari Tuhan. Tidak ada yang dapat mengalihkan atau menghentikan langkah kita dari perjumpaan dengan Tuhan saat kita memiliki hati untuk mengenal-Nya (Lukas 19:4). Zakheus, tidak membiarkan orang banyak atau kondisi tubuhnya yang pendek menjadi penghalang perjumpaannya dengan Tuhan.

Hari-hari ini jangan biarkan Hp ditangan menjadi penghalang kita mengalami perjumpaan dengan Tuhan, jangan juga permasalahan kita membuat kita kehilangan fokus dalam ibadah sehingga kita gagal mengalami perjumpaan dengan Dia.

“Marilah kita mengenal dan berusaha sungguh-sungguh mengenal Tuhan; Ia pasti muncul seperti fajar, Ia akan datang kepada kita seperti hujan, seperti hujan pada akhir musim yang mengairi bumi.” Hosea 6:3

3. Tuhan melihat hati yang mau menerima-Nya
Ayat  5-6 “Ketika Yesus sampai ke tempat itu, Ia melihat ke atas dan berkata: ”Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu. Lalu Zakheus segera turun dan menerima Yesus dengan sukacita.”

Zakheus tidak sekedar menerima Tuhan sebagai tamu di rumahnya, tetapi juga sebagai pengubah hidupnya. Ketika kita menerima Dia masuk dalam hati kita maka Dia akan mengubah hidup kita.

“Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku.” Wahyu 3:20

Kesimpulan
Tuhan tidak mencari hati yang sempurna melainkan hati yang mau mengenal dan menerima-Nya. Percayalah selama kita membuka hati Dia sanggup mengubah hidup kita. Tuhan Yesus berkati!

Leave a comment

Your email address will not be published.