RUANG TUNGGU (6) – Oleh Pdt. Joseph Priyono (Ibadah Raya 2 – Minggu, 31 Oktober 2021)

Pendahuluan
Hidup ini adalah sebuah proses itulah sebabnya setiap orang harus bersedia menunggu dan menjalani proses yang Tuhan telah tentukan. Kesediaan dan kesetiaan menjalani proses adalah penentu keberhasilan kehidupan. Orang-orang yang setia dalam penantian di ruang-ruang doa bersama Tuhan akan menerima jawaban atas apa yang diharapkan.

Kita sudah mempelajari beberapa alasan mengapa Tuhan membawa anak-anakNya berada di ruang tunggu.

  1. Di Ruang tunggu Tuhan melatih kesabaran kita.
  2. Di ruang tunggu kita menanti untuk diperlengkapi dengan kuasa Illahi.
  3. Di ruang tunggu Allah menguji iman kita.
  4. Di ruang tunggu kita mendapatkan kekuatan baru.
  5. Di ruang tunggu kita menerimadari Tuhan agar mendapat membagikan.

Sekarang marilah kita mempelajari alasan keenam mengapa Tuhan membawa kita masuk di ruang tunggu.

  1. Di ruang tunggu kita diam agar Tuhan yang berperang

Kel. 14:14
TUHAN akan berperang untuk kamu, dan kamu akan diam saja.”

Dalam Keluran pasal 14 ini bangsa Israel sedang dalam kondisi terjepit. Dari belakang raja Firaun dan pasukannya mengejar mereka, sedangkan di depan mereka terbentang laut Teberau. Terus lari mati tenggelam, berdiam diri juga mati oleh pedang lawan. Benar-benar terjepit! Tidak ada jalan keluar  sama sekali. Dalam situasi yang sulit dan penuh ketakutan, Musa sebagai pemimpin mereka memerintahakan agar mereka berdiam diri. Keluaran 14:13 berkata: “Janganlah takut, berdirilah tetap dan lihatlah keselamatan dari Tuhan, yang akan diberikan-Nya hari ini kepadamu; sebab orang Mesir yang kamu lihat hari ini, tidak akan kamu lihat lagi untuk selama-lamanya.”

Secara manusia perintah Musa untuk berdiam diri saat musuh sedang menyerang itu sangat tidak masuk akal!  Mungkin mereka menganggap ini perintah yang konyol, sebab itu sama saja dengan bunuh diri.Namun Musa hendak mengajarkan kepada bangsa Israel bahwa kemenangan dalam pertempuran tidak ditentukan oleh banyaknya jumlah pasukan atau hebatnya persenjataan perang  tetapi besarnya penyerahan dan kepercayaan kepada kuasa TUHAN. Oleh karena itu dengan penuh keyakinan Musa berkata kepada bangsa Israel:TUHAN akan berperang untuk kamu, dan kamu akan diam saja.” (ay.14)

Saat Israel berdiam diri dan percaya kepada Tuhan maka bangsa Israel mengalami kemenangan yang luar biasa:

Ayat 30,31
Demikianlah pada hari itu TUHAN menyelamatkan orang Israel dari tangan orang Mesir. Dan orang Israel melihat orang Mesir mati terhantar di pantai laut. Ketika dilihat oleh orang Israel, betapa besarnya perbuatan yang dilakukan TUHAN terhadap orang Mesir, maka takutlah bangsa itu kepada TUHAN dan mereka percaya kepada TUHAN dan kepada Musa, hamba-Nya itu. 

Inilah kebenaran yang kita pelajari pada hari ini, mengapa Tuhan membawa anak-anakNya masuk ke ruang tunggu agar “Kita diam dan mengijinkan Tuhan yang berperang”

Kunci kemenangan dalam pertandingan iman bukanlah terletak pada kekuatan manusiawi kita semata dan segala yang kita punya, tetapi oleh kuasa Ilahi yang menyertai kita. Kemenangan sejati bukan datang saat kita bertanding, tetapi saat kita duduk diam di ruang tunggu Allah dan menyerahkan sepenuhknya kepada kuasa dan kehendak Allah.

Ketahuilah bahwa segala sesuatu yang terjadi di alam natural itu ditentukan oleh alam supranatural. Apa yang kita lihat di alam nyata dipengaruhi oleh apa yang terjadi alam kasat mata. Yang tak terlihat menentukan semua yang terlihat.Contohnya adalah sebuah bangunan/ gedung. Kekuatan sebuah bangunan/gedung tidak ditentukan oleh megahnya gedung atau hiaasan yang ada didalamnya tetapi ditentukan oleh pondasi yang tidak kelihatan. Semakin dalam pondasi diletakan semakin kuat gedung itu didirikan. Demikian juga dengan sebuah pohon. Kekuatan sebuah pohon ditentukan oleh akarnya yang tidak kelihatan bukan batangnya yang besar atau daunnya yang lebat. Semakin mengakar ke dalam semakin kuat pohon tersebut.

Oleh sebab itu seharusnya upaya pengejaran kita bukan kepada apa yang kelihatan, tetapi kepada apa yang tidak kelihatan. Mengejar yang kelihatan itu kualitasnya sementara, rapuh, lemah dan hancur. Tetapi yang tak kelihatan itu abadi, kekal, kuat, kokoh, teguh dan tak tergoyahkan. Jadi faktor penentu kemenangan bukanlah saat kita berjuang mengandalkan segala kekuatan dan kemampuan yang kita miliki, tetapi saat kita duduk diam di ruang tunggu Allah dan membiarkan Tuhan berperang ganti kita.

Ibrani 11:3
Karena iman kita mengerti, bahwa alam semesta telah dijadikan oleh firman Allah, sehingga apa yang kita lihat telah terjadi dari apa yang tidak dapat kita lihat. 

Ruang Tunggu Penentu Kemenangan
Mari kita lihat sebuah contoh nyata tentang kekuatan atau kuasa ruang tunggu. Dalam Keluaran 17:8-11 kita dapat melihat peperangan antara orang Israel dan Amalek.

Ayat Lalu datanglah orang Amalek dan berperang melawan orang Israel di Rafidim. 

Ayat Musa berkata kepada Yosua: “Pilihlah orang-orang bagi kita, lalu keluarlah berperang melawan orang Amalek, besok aku akan berdiri di puncak bukit itu dengan memegang tongkat Allah di tanganku.” 

Ayat – 10  Lalu Yosua melakukan seperti yang dikatakan Musa kepadanya dan berperang melawan orang Amalek; tetapi Musa, Harun dan Hur telah naik ke puncak bukit. 

Ayat – 11  Dan terjadilah, apabila Musa mengangkat tangannya, lebih kuatlah Israel, tetapi apabila ia menurunkan tangannya, lebih kuatlah Amalek. 

Perhatikanlah kisah ini. Ketika orang Amalek sedang menyerang bangsa Israel di Rafidim. Musa memerintahkan Yosua agar memilih para pahlawan untuk maju berperang. Sementara Yosua dan pasukan Israel berperang di lembah Rafidim, Musa, Harun dan Hur naik ke puncak bukit. Mereka masuk ke ruang tunggu Allah. Dan terjadilah, apabila Musa mengangkat tangannya, lebih kuatlah Israel, tetapi apabila ia menurunkan tangannya, lebih kuatlah Amalek. Perhatikanlah! Yang menjadi penentu kemenangan bukan pasukan yang berperang di medan pertempuran, tetapi Musa, Harun dan Hur yang ada diam di ruang tunggu. Tindakan Musa di ruang tunggu menentukan keadaan yang terjadi di medan pertempuran.Apabila Musa mengangkat tangannya, lebih kuatlah Israel, tetapi apabila ia menurunkan tangannya, lebih kuatlah Amalek. Inilah yang disebut kuasa doa orang percaya.

Yakobus 5:16b
Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya. 

Ketahuilah bahwa DOA adalah alat pemukul musuh sedangkan bekerja/melayani adalah tindakan mengumpulkan jarahan.Orang-orang Amalekdipukul bukan di medan perang, tetapi di ruang tunggu saat Musa mengangkat tangan kepada Tuhan. Jika kita ingin melihat kemenangan terhadap lawan masuklah ke ruang tunggu Allah, angkatlah tangan dan biarkan Tuhan yang berperang. Awalilah setiap hari baru dengan memenangan pertandingan di ruang tunggu, dalam doa-doa dan permohonan kepada Tuhan. Jangan maju berperang tanpa masuk ke ruang tunggu Tuhan. Ingatlah perkataan firman Allah yang disampaikan olehYeremia dalam Ratapan 3 : 26 Adalah baik menanti dengan diam pertolongan TUHAN. Tuhan memberkati. KJP!

Leave a comment

Your email address will not be published.