TENANG – oleh Pdm. Simon Sitinjak (Ibadah Raya 1 – Minggu, 10 Oktober 2021)

Mazmur 3:6-7
Aku membaringkan diri, lalu tidur; aku bangun, sebab TUHAN menopang aku!. Aku tidak takut kepada puluhan ribu orang yang siap mengepung aku.

PENDAHULUAN
Salah satu hal yang penting bagi manusia yang ingin di dapatkan adalah KETENANGAN Jiwa.

Di tengah-tengah kondisi dunia yang penuh kesasakan seperti saat ini kita butuh ketenangan. Tetapi saat-saat sekarang ini terasa sulit untuk kita dapat menikmati ketenangan.

Ada banyak perkara di dunia ini sedang berjalan menuju kehancuran dan sudah berada di penghujung zaman.  Konflik, pertikaian, perang, bencana alam, perekonomian sulit, wabah penyakit, tingkat kejahatan yang semakin hari semakin mengkhawatirkan, dan kehidupan kekristenan semakin hari semakin mengalami tekanan yang luar biasa.

Kita akan melihat reaksi orang-orang saat menghadapi masalah terjadi:
1. Menghadapai dengan serius.
Tipe seperti ini adalah sesorang yang menghadapi masalah degan serius dan tak heran orang tersebut dapat mengatasi persoalan dengan cepat, tetapi tipe ini jika tidak dibawa dalam doa dan minta hikmat Tuhan maka dapat mengambil keputusan yang salah.

2. Menghadapi dengan dramatisasi.
Tipe ini seorang yang yang larut dalam persoalan seperti pentas Drama “ persoalan yang sebenarnya  bisa diselesaikan, didramatiskan seolah-olah ia sedang berhadapan dengan raksasa yang besar.

3. Menghadapi dengan panik atau takut.
Ini tipe saat menghadapi persoalan, ia begitu panik dan takut sehingga tidak tahu harus berbuat apa. Bagi dia persoalan itu dianggap seperti sesuatu yang sangat mengerikan sehingga tipe seperti ini merasa dirinya begitu hancur, tak berdaya lagi dan biasanya mereka memilih memilih jalan pintas atau merusak dirinya sendiri.

4. Menghadapi dengan tenang.
Tipe seperti ini jarang ditemui, bayangkan persoalan sebesar apapun, ia tetap tenang saja menghadapinya. Dan tipe ini yang akan kita pelajari untuk kita TENANG dalam segala keadaan.

Mazmur 3 menceritakan hal buruk yang dialami oleh raja Daud, sebuah realita dari sebuah kejahatan dari hati manusia, rasa ingin memiliki, dendam, ketakutan dan keserakahan, dimana Absalom, Ahitofel penasihatnya mengadakan kesepakatan yang gelap dan ingin membunuh Daud serta merebut kekuasaan dan kerjaaan. Apa yang dilakukan Daud? Daud TENANG. Daud menghadapi semua persoalan yang berat dengan TENANG, bisa menikmati tidur, istirahat dan tidak takut.

RAHASIA KETENANGAN YANG DAUD NIKMATI :
1). Daud sudah berperkara dengan Tuhan.
Kita tahu bahwa masalah yang kompleks ini adalah hasil dari kesalahan Daud saat Daud berzinah dengan Batsyeba dan membunuh suaminya Uria.

Nabi Nathan jelas menegur Daud dan menyampaikan dalam 2 Samuel 12:10-12. Tetapi ini yang dilakukan Daud : Daud menyesal dan memohon pengampunan kepada Tuhan  .

Ketika Daud mendapatkan pengampunan Daud mendapatkan ketenangan, damai sejahtera sekalipun konsekuensi harus ia hadapi. Hati-hati dengan dosa, dosa membuat kita hidup dalam kegelisahan dan ketakutan, tetapi kebenaran itu membebaskan kita dan memberikan kita damai sejahtera.

Yesaya 30:15 sebab beginilah firman Tuhan ALLAH, Yang Mahakudus, Allah Israel: “Dengan bertobat dan tinggal diam kamu akan diselamatkan, dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu.” Tetapi kamu enggan,

Yesaya 32:17 Di mana ada kebenaran di situ akan tumbuh damai sejahtera, dan akibat kebenaran ialah ketenangan dan ketenteraman untuk selama-lamanya.

Daud mendapat dua berkat saat dia berperkara dengan Tuhan: yaitu ada kekuatan supranatural yang memampukan dia menghadapi masalah dan yang kedua adalah ada damai dan ketenangan yang Tuhan berikan dan kerjakan sekalipun ada di tengah badai.

1 Yohanes 1:9 Jika kita mengaku dosa kita , maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.

2). Miliki satu Tuhan walau seribu lawan.

Ayat 2 Ya TUHAN, betapa banyaknya lawanku! Banyak orang yang bangkit menyerang aku;

Ayat 7...puluhan ribu orang yang siap mengepung aku.

Kita tidak akan pernah tahu apa yang bisa dilakukan musuh terhadap kita, namun kita tahu bahwa Tuhan pasti menyertai kita. Jadi jangan pernah bersandar pada kekuatan saudara, sebab kekuatan musuh jauh lebih besar. Bersandarlah pada kekuatan Allah yang besar, sehingga jika kita tak sanggup, Dia mampu menolong kita. Kekuatan banyak musuh tidak pernah sebanding dengan kekuatan satu Tuhan. 

Daud punya keyakinan hanya Tuhanlah satu-satunya Tuhan yang ia miliki.
Ayat 2 Ya TUHAN, betapa banyaknya lawanku! Banyak orang yang bangkit menyerang aku.
Kata” Ya Tuhan” artinya Yehova berarti Daud hanya memiliki satu Tuhan yang benar sekalipun ada banyak musuh yang tidak benar yang ada disekitarku. Bagi Daud: jabatan, kekayaan, kekuasaan bukanlah segalanya tapi segalanya adalah ketika Daud memilki Tuhan sehingga sekalipun jabatan lepas, kekuasaan dan kejayaan habis lenyap maka Daud akan tetap tenang karena Tuhan adalah satu-satunya yang ia miliki.

Mazmur 3:6 Aku membaringkan diri, lalu tidur;aku bangun, sebab TUHAN menopang aku!
Menopang disini ada tangan yang kuat yang menopang kita. Inilah rahasia KEMENANGAN Daud yaitu MILIKI SATU TUHAN.

Kisah yang berbeda yang dialami Yeremia tetapi kondisi yang hampir  sama yaitu kecemasan, ketakutan,  pahit merasuki atau menguasai hidup peratap sehingga dikatakan dalam Ratapan 3: 19 Ingatlah akan sengsaraku dan pengembaraanku, akan ipuh dan racun itu.

Ayat 20 – Jiwaku selalu teringat akan hal itu dan tertekan dalam diriku.
Ayat 21 – Tetapi hal-hal inilah yang kuperhatikan, oleh sebab itu aku akan berharap.

Kata “kuperhatikan” mengandung arti mengembalikan kedalam hati, ada perubahan dalam hati yang awalnya dikuasai oleh ipuh, cemas, pahit tetapi ini yang membuat ia tenang, penuh harapan selain kasih setia Tuhan.

Ratapan 3:24 “TUHAN adalah bagianku,” kata jiwaku, oleh sebab itu aku berharap kepada-Nya.
Dalam Terjemahan BIS Ratapan 3:24 TUHAN adalah hartaku satu-satunya. Karena itu, aku berharap kepada-Nya.

Jadikanlah Tuhan satu-satunya Allah yang kita percayai, walau seribu lawan maka tangan Tuhan mampu menjaga dan menolong kita sehingga apapun yang tejadi kita rasakan ketenangan.

3). Jangan terintimidasi.
Ayat 3 “Banyak orang yang berkata tentang aku: “Baginya tidak ada pertolongandari pada Allah.” Sela
Intimidasi adalah “perilaku” yang akan menyebabkan seseorang yang pada umumnya akan merasakan “takut cedera” atau berbahaya.

Intimidasi bukan hanya rasa takut tetapi roh ketakutan. Intimidasi sering kita alami baik dari keluarga (saudara), pimpinan dan sekeliling kita bahkan dari teman kerja kita sendiri. Namun jangan pernah kalah dengan intimidasi, sebab intimidasi akan membuat kita gagal.

Beberapa jenis Intimidasi
1. Intimidasi verbal
Intimidasi verbal yaitu serangan seseorang dengan mengucapkan atau menuliskan suatu hal yang mengandung makna tertentu yang menyakiti orang tersebut. intimidasi verbal ini meliputi menggoda, mengomentari hal yang tidak pantas, memberikan panggilan nama, mengacam dan mengejek seseorang.

2. Intimidasi Sosial
Intimidasi sosial ini serangan terhadap kehidupan bersosial seperti dengan sengaja meninggalkan seseorang, mengatakan kepada orang lain untuk tidak berteman dengan seseorang, menyebarkan rumor buruk tentang seseorang dan mempermalukan seseorang di depan umum.

3. Intimidasi Fisik
Intimidasi fisik ini serangan yang langsung berkontak pada fisik seseorang atau suatu tindakan yang menyakiti tubuh atau harta benda seseorang. Intimidasi fisik itu berupa menekan, menendang, menjepit, mendorong, mengambil, meludah atau menghancurkan barang seseorang dan gerakan kasar lainnya yang disebabkan anggota tubuh.

Daud pernah alami tiga jenis Intimidasi ini 

RAHASIA MENGALAHKAN INTIMIDASI :
Perhatikan Ayat 4 – Tetapi Engkau, TUHAN, adalah perisai yang melindungi aku, Engkaulah kemuliaanku dan yang mengangkat kepalaku.
Lawanlah musuhmu / pergumulanmu dengan Iman!

PERISAI: Efesus 6:16  Dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman,  sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat.
Kita memiliki senjata terhebat yakni iman kita kepada Allah.

4. Diam dalam gunung Tuhan.
Ayat 5 Dengan nyaring aku berseru kepada TUHAN, dan Ia menjawab aku dari gunung-Nya  yang kudus. Sela
Gunung Tuhan berbicara tentang keberadaan Tuhan, di mana Tuhan bertakhta, tempat yang kudus atau berbicara juga tentang hadirat Tuhan. Allah bukan Allah yang sulit untuk ditemui. Untuk bertemu dengan Allah, kita harus naik ke gunung kudusnya Tuhan.

Daud lakukan ini dalam kehidupannya, Daud seorang penyembah, pemain musik, pelayan Tuhan, seorang yang intim dengan Tuhan dan Daud lakukan ini dalam segala keadaan hingga tak heran ketika di gunung-Nya Tuhan, Daud mendapatkan Jawaban “Ia menjawab aku dari gunung-Nya  yang kudus. Sela”

Saudara dapat alami kehadiran Tuhan, ada ditempat kediaman Tuhan saat Saudara datang menyembah Tuhan, melayani Tuhan, berdoa dan ketika kita datang maka kita akan mengalami namanya jawaban dari Tuhan yaitu pemulihan, kesembuhan, kelepasan, mukjizat, ketenangan.

Leave a comment

Your email address will not be published.