TENANG seri 2 – oleh Pdm. Simon Sitinjak (Ibadah Raya 3 – Minggu, 31 Oktober 2021)

Mazmur 3:6-7
Aku membaringkan diri, lalu tidur; aku bangun, sebab TUHAN menopang aku! Aku tidak takut kepada puluhan ribu orang yang siap mengepung aku.

PENDAHULUAN
Beberapa minggu lalu saya sampaikan ini dalam Ibadah Raya 1, rahasia ketenangan Daud. Ketika Daud dalam kondisi yang sulit, banyak intimidasi, tekanan dan masalah, dijelaskan Daud bisa tidur menikmati berkat Tuhan dengan tenang. Sedikit kisah dari Mazmur 3 tadi ada cerita yang sangat buruk yang dialami oleh raja Daud, sebuah realita dari sebuah kejahatan dari hati manusia, rasa ingin memiliki, dendam, ketakutan dan keserakahan, dimana Absalom, Ahitofel penasihatnya serta orang-orang yang membenci Daud mengadakan kesepakatan yang gelap dan ingin membunuh Daud serta merebut kekuasaan dan kerjaaan.

Tetapi kita lihat ayat pokok pembahasan kita, apa yang dilakukan Daud? Daud TENANG. Ayat pokok yang kita baca diawal katakan “Aku membaringkan diri, lalu tidur.” Dalam BIS dikatakan dengan Tentram, Tenang dan Damai. Daud menghadapi semua persoalan yang berat dengan TENANG, bisa menikmati tidur, istirahat dan tidak takut.

RAHASIA KETENANGAN YANG DAUD NIKMATI :
1.
Daud sudah berperkara dengan Tuhan.
Kita tahu bahwa masalah yang kompleks ini adalah hasil dari kesalahan Daud saat Daud berzinah dengan Batsyeba dan membunuh suaminya Uria. Nabi Nathan jelas menegur Daud dan menyampaikan dalam 2 Samuel 12:10-12. Tetapi ini yang dilakukan Daud: Daud menyesal dan memohon pengampunan kepada Tuhan

Ayat 13 – Lalu berkatalah Daud kepada Natan: “Aku sudah berdosa kepada TUHAN.” Dan Natan berkata kepada Daud: “TUHAN telah menjauhkan dosamu  itu : engkau tidak akan mati.

Ketika Daud mendapatkan pengampunan Daud mendapatkan ketenangan, damai sejahtera sekalipun konsekuensi harus ia hadapi. Hati-hati dengan dosa, dosa membuat kita hidup dalam kegelisahan dan ketakutan, tetapi kebenaran itu membebaskan kita dan memberikan kita damai sejahtera. Ketika Daud mengakui Dosa dihadapan Tuhan maka Daud dapat dua berkat saat dia berperkara dengan Tuhan: yaitu ada kekuatan supranatural yang memampukan dia menghadapi masalah dan tantangan dan yang kedua adalah ada damai dan ketenangan yang Tuhan berikan dan kerjakan sekalipun ada di tengah badai.

2. Miliki satu tuhan walau seribu lawan.
Ayat 2 Ya TUHAN, betapa banyaknya lawanku! Banyak orang yang bangkit menyerang aku;
Ayat 7 …puluhan ribu orang yang siap mengepung aku.

Mungkin ada banyak tangan yang bisa mencelakai dan menjatuhkan kita, namun hanya satu tangan saja yang turun tangan, sudah bisa mengangkat kita. Kita tidak akan pernah tahu apa yang bisa dilakukan musuh terhadap kita, namun kita tahu bahwa Tuhan pasti menyertai kita. Jangan pernah bersandar pada kekuatan saudara, sebab kekuatan musuh jauh lebih besar. Bersandarlah pada kekuatan Allah yang besar, sehingga jika kita tak sanggup, Dia mampu menolong kita. Kekuatan banyak musuh tidak pernah sebanding dengan kekuatan satu Tuhan.  Daud punya keyakinan hanya Tuhanlah satu-satunya Tuhan yang ia miliki.

Perhatikan ayat 2 Ya TUHAN, betapa banyaknya lawanku! Banyak orang yang bangkit menyerang aku;

Kata Ya Tuhan artinya Yehova berarti Daud hanya memiliki satu Tuhan yang benar sekalipun ada banyak musuh yang tidak benar yang ada di sekitarnya. Sekalipun banyak lawan, ancaman dan musuh disekitar Daud maka Daud tidak menjadi takut dan lemah tetapi ia tetap Tenang karena Allah yang menopang Mazmur 3:6 “Aku membaringkan diri, lalu tidur  ; aku bangun, sebab TUHAN menopang aku!”

Menopang disini ada tangan yang kuat yang menopang kita. Inilah rahasia KEMENANGAN Daud yaitu MILIKI SATU TUHAN. Jadikanlah Tuhan satu-satunya Allah yang kita percayai, walau seribu lawan maka tangan Tuhan mampu menjaga dan menolong kita sehingga apapun yang tejadi kita rasakan ketenangan.

3. Jangan terintimidasi.
Ayat 3 “Banyak orang yang berkata tentang aku: “Baginya tidak ada pertolongan  dari pada Allah.” Sela

Intimidasi adalah “perilaku” yang akan menyebabkan seseorang yang pada umumnya akan merasakan “takut cedera” atau berbahaya.

Intimidasi bukan hanya rasa takut tetapi roh ketakutan. Intimidasi sering kita alami baik dari keluarga (saudara), pimpinan dan sekeliling kita bahkan dari teman kerja kita sendiri. Namun jangan pernah kalah dengan intimidasi,sebab intimidasi akan membuat kita gagal.

Beberapa jenis Intimidasi.

  1. Intimidasi verbal Intimidasi verbal yaitu serangan seseorang dengan mengucapkan atau menuliskan suatu hal yang mengandung makna tertentu yang menyakiti orang tersebut. intimidasi verbal ini meliputi menggoda, mengomentari hal yang tidak pantas, memberikan panggilan nama, mengacam dan mengejek seseorang.
  2. Intimidasi Sosial Intimidasi sosial ini serangan terhadap kehidupan bersosial seperti dengan sengaja meninggalkan seseorang, mengatakan kepada orang lain untuk tidak berteman dengan seseorang, menyebarkan rumor buruk tentang seseorang dan mempermalukan seseorang di depan umum.
  3. Intimidasi Fisik Intimidasi fisik ini serangan yang langsung berkontak pada fisik seseorang atau suatu tindakan yang menyakiti tubuh atau harta benda seseorang. Intimidasi fisik itu berupa menekan, menendang, menjepit, mendorong, mengambil, meludah atau menghancurkan barang seseorang dan gerakan kasar lainnya yang disebabkan anggota tubuh.

Daud pernah alami tiga jenis intimidasi ini:

Rahasia Mengalahkan Intimidasi: perhatikan ayat 4 – “Engkau, TUHAN, adalah perisai yang melindungi aku, Engkaulah kemuliaanku dan yang mengangkat kepalaku.”

Lawanlah musuhmu / pergumulanmu dengan Iman!

Ayat 5 Dengan nyaring aku berseru kepada TUHAN, dan Ia menjawab aku dari gunung-Nya  yang kudus. Sela

Sumber ketenangan dan kedamaian dialami saat Daud datang kepada Tuhan, masuk dalam hadirat Tuhan, suatu persekutuan bersama dengan Tuhan. Allah bukan Allah yang sulit untuk ditemui. Untuk bertemu dengan Allah, kita hanya naik atau masuk ke gunung kudus-Nya Tuhan. Gunung Tuhan berbicara tentang keberadaan Tuhan, dimana Tuhan bertahta, tempat yang kudus atau berbicara juga tentang hadirat Tuhan.

Daud lakukan ini dalam kehidupannya:

Mazmur 63:5 “Demikianlah aku mau memuji Engkau seumur hidupku dan menaikkan tanganku demi nama-Mu.”

Mazmur 34:2. “Aku hendak memuji TUHAN pada segala waktu; puji-pujian kepada-Nya tetap di dalam mulutku.”

Yang telah dilakukan Raja Daud adalah ketika ia menjadi penyembah dan pemuji maka ia menjadi penyembah pemuji TUHAN yang berkenan di hati TUHAN. Perhatikan setiap Mazmur, pujian dan doa yang dinyanyikan di kitab Mazmur, ia lakukan dari sejak mudanya sampai ia menjadi raja. ia tetap menikmati gunung kudus-Nya Tuhan, lalu ia membawa kebiasaannya tersebut menjadi bagian dari ibadah semua orang Israel.

Padahal Hukum Taurat menetapkan hanya suku Lewilah yang bisa melayani di bait suci, dan hanya seorang Imam Maha Kuduslah yang dapat merasakan kehadiran TUHAN.

Tapi tidak demikian dengan Raja Daud, sekalipun ia tidak diurapi sebagai imam dan dari suku Yehuda, ia memiliki hubungan pribadi yang sangat intim dengan TUHAN didalam pujian penyembahan , ada ucapan syukur, pengangungan, dan sebagainya.

Di Kemah Daud bukan kemah yang sunyi tapi kemah penuh semarak, penuh paduan suara, pujian yang dinaikan siang dan malam secara bergantian dan disanalah Daud menikmatan kehadiran Tuhan.

Sebelum kasus Goliat muncul di Israel, ternyata Alkitab menyebutkan Daud pertama kali sebagai seorang pemain kecapi yang dipenuhi dengan Roh Allah! Saat itu Raja Saul telah memberontak dan menjauh dari Tuhan, Roh Tuhan telah mundur darinya dan dia diganggu roh jahat.

Hamba-hamba Saul menyarankan supaya dicari seorang pemain kecapi yang memiliki Roh Allah sehingga Saul dapat merasa nyaman dan tenang setiap kali roh jahat datang menyerang.

1Samuel 16:18 Lalu jawab salah seorang hamba itu, katanya: “Sesungguhnya, aku telah melihat salah seorang anak laki-laki Isai, orang Betlehem itu, yang pandai main kecapi. Ia seorang pahlawan yang gagah perkasa, seorang prajurit, yang pandai bicara, elok perawakannya; dan TUHAN menyertai dia.”

Hal ini menunjukkan pada semua kita bagaimana Roh Tuhan dapat bekerja kepada siapapun dengan lebih limpah dan maksimal ketika kita memberikan waktu untuk menyembah Tuhan dengan segenap hati kita, ketika kita mau naik dan masuk ke gunung kudusNya Tuhan dan Roh Tuhan yang memenuhi hidup kita juga akan dapat dirasakan oleh orang di sekeliling kita.

Kita adalah orang-orang  yang dilayakkan oleh Tuhan untuk bisa masuk ke ruang maha Kudusnya Tuhan. Daud lakukan ini dalam segala keadaan hingga tak heran ketika Di gunung-Nya Tuhan Daud mendapatkan Jawaban “Ia menjawab aku dari gunung-Nya  yang kudus. Sela.” Arti jawaban Tuhan adalah: respon Tuhan, Dia nyatakan sesuatu dalam hidup kita.

Contoh : Dipulihkan di gunung kudusnya Tuhan.
ELIA DI GUNUNG TUHAN HOREB
1 Raja-raja 19:8 (TB)  Maka bangunlah ia, lalu makan dan minum, dan oleh kekuatan makanan itu ia berjalan empat puluh hari empat puluh malam lamanya sampai ke gunung Allah, yakni gunung Horeb.

Kondisi Elia
Elia nabi besar, ketika dapat ancaman dari Izebel utk dibunuh maka Elia berkata kepada Tuhan dalam 1 Raja-raja 19:4 (TB)  Tetapi ia sendiri masuk ke padang gurun sehari perjalanan jauhnya, lalu duduk di bawah sebuah pohon arar. Kemudian ia ingin mati, katanya: “Cukuplah itu! Sekarang, ya TUHAN, ambillah nyawaku, sebab aku ini tidak lebih baik dari pada nenek moyangku.”

Roti dan air yang diberikan oleh malaikat kepada Elia memampukan dia berjalan 40 hari 40 malam tetapi ketakutan, kecemasan putus asa masih dialami Elia. Jadi mengapa Tuhan minta Elia masuk ke Gunung Allah? Karena ada yang  tahu lebih penting dari pemulihan jasmani Allah mau kerjakan pemulihan jiwa dan rohani. Allah tahu Elia masih takut, putus asa dan lemah serta tidak tenang.

Perhatikan 1 Raja-raja 19:10,14 (TB)  Jawabnya: “Aku bekerja segiat-giatnya bagi TUHAN, Allah semesta alam, karena orang Israel meninggalkan perjanjian-Mu, meruntuhkan mezbah-mezbah-Mu dan membunuh nabi-nabi-Mu dengan pedang; hanya aku seorang dirilah yang masih hidup, dan mereka ingin mencabut nyawaku.”

Dari ayat ini Elia masih menunjukan kondisi yang belum berubah, masih ada keluhan, ketakutan, merasa sendiri dan lemah tetapi di Gunung-Nya Tuhan ada percakapan Allah dan Elia dan itu meneguhkan panggilan Elia sebagai nabi.

ELIA DIPULIHKAN
Raja-raja 19:15 Firman TUHAN kepadanya: “Pergilah, kembalilah ke jalanmu, melalui padang gurun ke Damsyik, dan setelah engkau sampai, engkau harus mengurapi Hazael menjadi raja atas Aram.

Elia kembali pada panggilan dan pelayanan dengan ketenangan dan keteguhan hati dari Tuhan. “Digunung Kudus-Nya Tuhan aku tenang, aku puas aku legah, aku bersukacita.”

Ketika hidup semakin sulit dan beban di pundak kita terasa semakin berat datanglah pada Tuhan, sujud di kaki-Nya dan curahkan semua yang membebani kita pada-Nya maka Ia akan memberikan kelegaan. Saudara akan alami pemulihan dari Tuhan saat saudara datang, naik ke gunung kudus-Nya Tuhan.

Leave a comment

Your email address will not be published.